-->

Kota Tua Jeddah, Al Balad

 

Al Balad: Kota Tua Jeddah yang Menyimpan Sejarah dan Pesona Islam

 

Sejarah Kota Tua Al Balad

Al Balad berarti "kota" dalam bahasa Arab. Istilah ini mengacu pada kawasan kota tua di Jeddah yang didirikan pada abad ke-7 oleh suku Quraisy, suku yang diyakini sebagai nenek moyang Nabi Muhammad SAW. Kota ini awalnya berfungsi sebagai pelabuhan perdagangan yang menghubungkan Yaman dan Eropa. Pada abad ke-13 M, Al Balad menjadi pintu gerbang utama menuju Kota Suci Mekkah bagi para peziarah yang melakukan perjalanan Haji dan Umrah.

Al Balad adalah pusat perdagangan dan peziaran yang menghubungkan berbagai negara dan budaya. Kota ini juga menjadi saksi perkembangan Islam sejak zaman kekhalifahan hingga masa Turki Utsmani.

 

Keunikan Kota Tua Jeddah

Kota Tua Jeddah memiliki banyak keunikan yang membuatnya berbeda dari kota-kota lainnya di Arab Saudi. Keunikan tersebut antara lain:

Arsitekturnya yang khas

Kota Tua Al Balad memiliki arsitektur tradisional yang unik. Kota Tua Jeddah memiliki arsitektur yang khas dengan perpaduan gaya Arab, Turki, dan India.  Bangunan-bangunannya terbuat dari batu bata merah dan dihiasi dengan ornamen-ornamen khas Arab. Salah satu bangunan bersejarah yang paling terkenal di Al Balad adalah Masjid Agung Jeddah, yang dibangun pada abad ke-13 M.

 

Budayanya yang beragam

Kota Tua Jeddah merupakan rumah bagi berbagai macam budaya, termasuk budaya Arab, Turki, India, dan Afrika. Hal ini terlihat dari berbagai macam toko, restoran, dan museum yang ada di kota ini.

 

Tradisi perdagangannya

Kota Tua Jeddah masih mempertahankan tradisi perdagangannya yang telah berlangsung selama berabad-abad. Di kota ini, Anda dapat menemukan berbagai macam barang dagangan, mulai dari pakaian, makanan, hingga suvenir.

 

Mengapa Al Balad Menarik untuk Dikunjungi?

Al Balad menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari kota-kota modern di Arab Saudi. Di sini, Anda dapat melihat bangunan-bangunan tua yang dibangun dari batu dan koral dengan jendela kayu yang terukir indah. Anda juga dapat menjelajahi lorong-lorong sempit yang penuh dengan toko-toko, kafe, dan galeri seni. Selain itu, Anda dapat mengagumi dinding pertahanan, menara pengawas, dan gerbang kota yang dibangun oleh Turki Utsmani untuk melindungi Jeddah dari serangan musuh.

 

Apa Saja yang Bisa Dilakukan di Al Balad?

Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan di Al Balad, antara lain:

Mengunjungi Museum-museum

Al Balad memiliki beberapa museum yang menampilkan koleksi-koleksi sejarah, budaya, dan seni. Beberapa museum yang bisa Anda kunjungi adalah:

1. Museum Naseef House: Museum ini berada di rumah keluarga Naseef, salah satu keluarga terkemuka di Jeddah. Rumah ini memiliki empat lantai dan 106 kamar yang menampilkan perabotan, foto, dan benda-benda bersejarah lainnya.

2. Museum Al Tayebat: Museum ini berada di istana yang dibangun oleh Raja Abdul Aziz. Museum ini memiliki lebih dari 300 kamar yang memamerkan koleksi-koleksi dari berbagai negara, seperti pakaian, perhiasan, senjata, dan manuskrip.

3. Museum Bait Al Balad: Museum ini berada di rumah tradisional yang dibangun pada abad ke-19. Museum ini menampilkan kehidupan masyarakat Jeddah di masa lalu, seperti dapur, kamar tidur, dan ruang tamu.

Selain Museum-museum Jeddah, terdapat berbagai objek wisata lain yang bisa Anda kunjungi di Kota Tua Al Balad, antara lain:

Gerbang Bab Makkah

Gerbang utama Al Balad yang merupakan pintu gerbang utama menuju Kota Suci Mekkah.

Gerbang Bab Makkah dibangun pada abad ke-18 M oleh Sultan Abdul Hamid I dari Kesultanan Utsmaniyah. Gerbang ini terbuat dari batu bata merah dan dihiasi dengan ornamen-ornamen khas Arab, seperti kaligrafi dan motif bunga.

Gerbang Bab Makkah memiliki dua menara yang menjulang tinggi. Pada bagian atas menara terdapat balkon yang digunakan untuk mengawasi keadaan di sekitar gerbang.


Benteng Turbah

Benteng Turbah adalah benteng pertahanan yang terletak di Kota Tua Al Balad, Jeddah, Arab Saudi. Benteng ini dibangun pada abad ke-17 M oleh Sultan Murad IV dari Kesultanan Utsmaniyah. Benteng ini terbuat dari batu bata merah dan dihiasi dengan ornamen-ornamen khas Arab.

Benteng Turbah memiliki bentuk persegi panjang dengan luas sekitar 10.000 meter persegi. Benteng ini memiliki empat menara yang menjulang tinggi. Pada bagian atas menara terdapat balkon yang digunakan untuk mengawasi keadaan di sekitar benteng.

Benteng Turbah memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Benteng ini pernah berperan penting dalam melindungi Kota Tua Al Balad dari serangan musuh. Benteng ini juga menjadi saksi bisu sejarah Kota Tua Al Balad.


Museum Budaya Jeddah

Museum yang menampilkan berbagai artefak dan koleksi dari sejarah dan budaya Jeddah

 

Berbelanja di Souq Al Alawi

Souq Al Alawi adalah pasar tradisional yang terletak di jantung Al Balad. Di sini, Anda dapat menemukan berbagai barang dagangan, seperti rempah-rempah, parfum, tekstil, pernak-pernik, dan kerajinan tangan. Anda juga dapat menawar harga dengan pedagang-pedagang yang ramah dan bersahabat.

 

Menikmati Kuliner Khas

Al Balad juga merupakan surga kuliner bagi para pencinta makanan. Anda dapat mencicipi berbagai hidangan khas Jeddah, seperti mandi (nasi dengan daging kambing atau ayam), shawarma (daging panggang dengan roti), mutabbaq (roti isi daging dan sayur), dan kunafa (kue keju dengan sirup). Anda juga dapat menikmati minuman segar, seperti teh, kopi, atau jus buah.

 

Bagaimana Cara ke Al Balad?

Al Balad terletak di pusat kota Jeddah, sekitar 20 kilometer dari Bandara Internasional King Abdulaziz. Anda dapat menggunakan taksi, bus, atau kereta untuk menuju Al Balad. Jika Anda menggunakan taksi, pastikan Anda sepakat dengan tarif sebelum naik. Jika Anda menggunakan bus, Anda dapat naik bus nomor 8, 12, atau 41 yang berhenti di dekat Al Balad. Jika Anda menggunakan kereta, Anda dapat naik kereta Makkah Metro yang berhenti di stasiun Jeddah Central.

 

FAQ

Q: Apakah Al Balad aman untuk dikunjungi?

A: Ya, Al Balad aman untuk dikunjungi. Namun, Anda tetap harus berhati-hati dengan barang bawaan Anda dan menghindari tempat-tempat sepi atau gelap. Anda juga harus menghormati adat dan budaya setempat, seperti berpakaian sopan dan tidak memotret orang tanpa izin.

Q: Apakah Al Balad cocok untuk anak-anak?

A: Ya, Al Balad cocok untuk anak-anak. Ada banyak hal yang bisa dinikmati oleh anak-anak di Al Balad, seperti melihat bangunan-bangunan tua, bermain di taman-taman, dan belajar tentang sejarah dan budaya. Namun, Anda harus mengawasi anak-anak Anda dan membawa perlengkapan yang dibutuhkan, seperti air minum, topi, dan tabir surya.

Q: Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Al Balad?

A: Waktu terbaik untuk mengunjungi Al Balad adalah di pagi atau sore hari, ketika cuaca tidak terlalu panas dan pasar tidak terlalu ramai. Anda juga dapat mengunjungi Al Balad di malam hari, ketika kota tua ini berubah menjadi suasana yang lebih hidup dan romantis dengan lampu-lampu yang berkelap-kelip.

Q: Berapa biaya masuk ke Kota Tua Al Balad?

A: Biaya masuk ke Kota Tua Al Balad adalah 10 Riyal Arab Saudi (sekitar Rp37.000).

 

Kesimpulan

Al Balad adalah kota tua di Jeddah yang merupakan pintu gerbang menuju Makkah. Kota ini memiliki sejarah yang kaya dan arsitektur yang unik. Anda dapat mengunjungi museum-museum, berbelanja di pasar tradisional, menikmati kuliner khas, dan merasakan pesona Islam di Al Balad. Al Balad adalah destinasi yang wajib Anda kunjungi jika Anda berada di Jeddah.


My Profile:

Salam! Saya Riesty, seorang penulis konten kreatif dengan fokus pada bidang keahlian CEO (Content, Experience, Optimization). Saya memiliki passion yang mendalam dalam menghasilkan materi konten yang informatif, inspiratif, dan berkualitas tinggi. Dengan latar belakang dalam industri ini, saya memahami pentingnya menghubungkan pengalaman pengguna yang luar biasa dengan optimalisasi konten yang cerdas.

Sebagai seorang penulis, saya percaya bahwa setiap kata memiliki kekuatan untuk menginspirasi, mengedukasi, dan menghubungkan. Saya senang berkolaborasi dengan klien untuk menciptakan konten yang tidak hanya menggugah rasa ingin tahu, tetapi juga memiliki dampak positif bagi audiens. Keahlian saya dalam bidang CEO memungkinkan saya untuk merangkul pendekatan yang holistik dalam strategi konten, dengan menggabungkan pengalaman, keahlian, kewenangan, dan kepercayaan.