-->

Pulau Coron: Surga Menyelam dan Eksplorasi di Filipina


Pulau Coron: Keindahan Alam dan Budaya yang Tak Terlupakan di Filipina

Mengapa Anda Harus Mengunjungi Pulau Coron

Pulau Coron terletak di utara Palawan, sebuah pulau besar di Filipina. Pulau ini adalah bagian dari Kepulauan Calamian yang terdiri dari sekitar 200 pulau-pulau kecil. Sebagian dari Pulau Coron berada di antara Pulau Busuanga dan Culion yang menghadap Laut Sulu dan membentuk sisi timur Teluk Coron. Pulau Coron memiliki ukuran panjang sekitar 20 kilometer (12 mi) dari utara ke selatan dan titik terlebar 9 kilometer (5,6 mi).

Pulau Coron memiliki permukaan bergunung-gunung berbentuk baji yang didominasi oleh tebing-tebing curam dan formasi batuan karst yang terbuat dari batu kapur dari periode Permian yang menutupi sekitar 70% dari luas wilayahnya. Sisa wilayahnya 25% adalah bukit-bukit dan hanya 5% yang relatif datar. Pulau Coron memiliki iklim tropis dengan dua musim, yaitu musim kemarau dari Desember hingga Mei dan musim hujan dari Juni hingga November. Suhu rata-rata berkisar antara 24°C hingga 32°C sepanjang tahun.

Pulau Coron adalah salah satu destinasi wisata terbaik di Filipina, terutama bagi para pecinta alam dan petualangan. Pulau ini menawarkan berbagai macam keindahan dan aktivitas yang bisa Anda nikmati, mulai dari pantai berpasir putih, laguna biru, danau air tawar, hingga bangkai kapal Perang Dunia II yang menjadi surga bagi para penyelam. Pulau Coron juga memiliki budaya dan sejarah yang kaya, yang bisa Anda pelajari dari penduduk asli pulau ini, yaitu suku Tagbanwa. Jika Anda mencari tempat yang bisa memberi Anda pengalaman yang tak terlupakan, maka Pulau Coron adalah pilihan yang tepat untuk Anda.

 

Cara Menuju Pulau Coron

Pulau Coron terletak di utara Palawan, sebuah pulau besar di Filipina. Untuk menuju pulau ini, Anda bisa menggunakan pesawat terbang, kapal feri, atau perahu bangka (perahu tradisional). Berikut adalah beberapa pilihan transportasi yang bisa Anda gunakan:

1. Pesawat terbang

Anda bisa terbang langsung ke Bandara Francisco B. Reyes (USU) di Busuanga, sebuah pulau di seberang Pulau Coron. Bandara ini melayani penerbangan domestik dari Manila, Cebu, Clark, dan Puerto Princesa. Dari bandara, Anda bisa naik taksi atau van menuju Coron Town, ibu kota Pulau Coron, dengan biaya sekitar 150-200 peso (Rp 42.000-Rp 56.000) per orang.

2. Kapal feri

Anda bisa naik kapal feri dari Manila atau El Nido menuju Coron Town. Kapal feri dari Manila berangkat setiap Selasa dan Jumat pukul 13.30 dan tiba di Coron Town pada keesokan harinya pukul 04.30. Biaya tiketnya berkisar antara 1.250-1.760 peso (Rp 350.000-Rp 494.000) per orang, tergantung kelas kabin yang dipilih. Kapal feri dari El Nido berangkat setiap hari pukul 06.00 dan tiba di Coron Town pukul 11.00. Biaya tiketnya adalah 1.760 peso (Rp 494.000) per orang.

3. Perahu bangka

Anda juga bisa naik perahu bangka dari El Nido menuju Coron Town dengan biaya sekitar 1.200 peso (Rp 336.000) per orang. Perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar 7-8 jam dan biasanya berhenti di beberapa pulau untuk istirahat dan snorkeling.

 

Tempat-Tempat Menarik di Pulau Coron

Pulau Coron memiliki banyak tempat menarik yang bisa Anda kunjungi, baik di darat maupun di laut. Berikut adalah beberapa tempat yang wajib Anda masukkan dalam daftar kunjungan Anda:

1. Kayangan Lake


Kayangan Lake adalah sebuah danau air tawar yang terletak di Pulau Coron (pulau ini berbeda dengan Pulau Busuanga tempat Coron Town berada). Danau ini adalah salah satu dari 13 danau yang ada di pulau ini dan merupakan salah satu tempat wisata paling populer di Coron. Untuk mencapai danau ini, Anda harus naik perahu bangka dari Coron Town selama sekitar 20 menit, lalu berjalan kaki menaiki tangga sekitar 15 menit.

Di sini, Anda bisa menikmati pemandangan indah dari atas bukit karst yang mengelilingi danau atau berenang di air yang sangat jernih dan segar. Airnya memiliki warna biru kehijauan yang menawan dan kedalaman sekitar 40 meter. Jika Anda suka snorkeling, Anda bisa melihat ikan-ikan cantik dan formasi batu kapur di dasar danau.

Tiket masuk ke Kayangan Lake adalah 300 peso (Rp 84.000) per orang.


2. Twin Lagoon


Twin Lagoon adalah dua laguna yang dipisahkan oleh tebing karst yang tinggi. Laguna ini juga terletak di Pulau Coron dan bisa dijangkau dengan perahu bangka dari Coron Town dalam waktu sekitar 15 menit. Tempat ini adalah salah satu destinasi favorit para wisatawan yang ingin merasakan sensasi berenang di antara air asin dan air tawar.

Laguna pertama adalah tempat dimana perahu-perahu bersandar dan membawa pengunjung. Laguna kedua adalah tempat yang lebih tersembunyi dan hanya bisa diakses melalui celah di bawah tebing karst jika air sedang surut. Jika air sedang pasang, Anda bisa menggunakan tangga kayu yang tersedia untuk menyeberang. Di laguna kedua, Anda bisa merasakan perbedaan suhu antara air asin dan air tawar yang bercampur. Air asin biasanya lebih hangat dan berada di bagian bawah, sedangkan air tawar lebih dingin dan berada di bagian atas.

Tiket masuk ke Twin Lagoon adalah 200 peso (Rp 56.000) per orang.


3. Mount Tapyas


Mount Tapyas adalah sebuah bukit setinggi 210 meter yang terletak di Coron Town. Bukit ini adalah tempat terbaik untuk menikmati pemandangan kota dan teluk dari ketinggian. Di puncak bukit, ada sebuah salib raksasa dan tulisan "Coron" yang menjadi landmark khas pulau ini. Di bawah salib, ada sebuah dek observasi yang bisa digunakan untuk bersantai dan berfoto.

Untuk mencapai puncak bukit, Anda harus menaiki 724 anak tangga beton yang cukup curam. Meskipun melelahkan, usaha Anda akan terbayar dengan panorama yang memukau. Waktu terbaik untuk mendaki bukit ini adalah sebelum matahari terbenam, sehingga Anda bisa menyaksikan perubahan warna langit dan laut saat matahari tenggelam.

Tidak ada biaya masuk untuk mendaki Mount Tapyas.


4. Bangkai Kapal Perang Dunia II


Salah satu daya tarik utama Pulau Coron adalah adanya beberapa bangkai kapal Perang Dunia II yang tenggelam di sekitar teluk akibat serangan udara Amerika pada tahun 1944. Bangkai-bangkai kapal ini menjadi habitat bagi berbagai macam ikan dan terumbu karang, sehingga menjadi tempat yang ideal untuk menyelam dan snorkeling.

Ada sekitar 12 bangkai kapal yang bisa dieksplorasi di Coron, mulai dari kapal perang, kapal penumpang, hingga kapal suplai. Beberapa bangkai kapal yang paling populer adalah Irako, Okikawa Maru, Akitsushima, Olympia Maru, dan Lusong Gunboat. Setiap bangkai kapal memiliki karakteristik dan kesulitan yang berbeda-beda, sehingga cocok untuk berbagai tingkat kemampuan penyelam.

Untuk menyelam atau snorkeling di bangkai kapal, Anda harus menyewa perahu bangka dan peralatan dari Coron Town. Biaya sewa perahu berkisar antara 1.500-2.500 peso (Rp 420.000-Rp 700.000) per hari, tergantung jumlah orang dan tujuan. Biaya sewa peralatan menyelam adalah sekitar 750 peso (Rp 210.000) per orang per hari.

 

Beberapa tips untuk wisata ke Pulau Coron:

1. Booking tiket pesawat dan akomodasi jauh-jauh hari, terutama jika Anda bepergian selama musim ramai.

2. Beli asuransi perjalanan untuk melindungi diri dari hal-hal yang tidak terduga.

3. Berpakaianlah dengan nyaman dan sesuaikan dengan cuaca.

4. Gunakan tabir surya dan topi untuk melindungi diri dari sinar matahari.

5. Minumlah air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi.

6. Jaga kebersihan lingkungan.


Bagaimana cara mengurus visa untuk mengunjungi Pulau Coron?

Untuk mengunjungi Pulau Coron sebagai wisatawan mancanegara, Anda harus memiliki visa yang sesuai dengan tujuan dan durasi kunjungan Anda. Ada beberapa jenis visa yang bisa Anda ajukan, seperti:

1. Visa on Arrival

Visa yang bisa diperoleh di bandara atau pelabuhan saat tiba di Filipina. Visa ini berlaku untuk 30 hari dan bisa diperpanjang hingga 59 hari dengan biaya tambahan. Visa ini cocok untuk wisatawan yang ingin mengunjungi Filipina untuk tujuan wisata, bisnis, atau kunjungan keluarga. Syarat-syarat untuk mendapatkan visa ini adalah:

    * Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan sejak tanggal kedatangan

    * Tiket pulang atau lanjutan

    * Bukti akomodasi

    * Bukti keuangan yang cukup.


2. E-Visa

Visa yang bisa diperoleh secara online melalui situs web resmi Kementerian Luar Negeri Filipina. Visa ini berlaku untuk 30 hari dan bisa diperpanjang hingga 59 hari dengan biaya tambahan. Visa ini cocok untuk wisatawan yang ingin mengunjungi Filipina untuk tujuan wisata, bisnis, atau kunjungan keluarga. Syarat-syarat untuk mendapatkan visa ini adalah:

    * Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan sejak tanggal kedatangan

    * Foto paspor terbaru

    * Formulir aplikasi yang diisi secara online

    * Bukti pembayaran biaya visa sebesar 40 dolar AS (Rp 560.000) per orang

    * Tiket pulang atau lanjutan

    * Bukti akomodasi

    * Bukti keuangan yang cukup.


3. Visa Prangko

Visa yang bisa diperoleh di kedutaan besar atau konsulat Filipina di negara asal Anda. Visa ini berlaku untuk 59 hari dan bisa diperpanjang hingga 6 bulan dengan biaya tambahan. Visa ini cocok untuk wisatawan yang ingin mengunjungi Filipina untuk tujuan wisata, bisnis, atau kunjungan keluarga. Syarat-syarat untuk mendapatkan visa ini adalah:

    * Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan sejak tanggal kedatangan

    * Foto paspor terbaru

    * Formulir aplikasi yang diisi secara lengkap dan ditandatangani

    * Bukti pembayaran biaya visa sebesar 30 dolar AS (Rp 420.000) per orang

    * Tiket pulang atau lanjutan

    * Bukti akomodasi

    * Bukti keuangan yang cukup

    * Surat undangan dari sponsor atau tuan rumah di Filipina (jika ada)

 

Data statistik dan Pendapat para Wisatawan tentang Pulau Coron:

- Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Filipina, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Coron pada tahun 2023 mencapai 1.437.740 orang, meningkat 25,9% dari tahun 2022 yang sebanyak 1.141.948 orang. Jumlah ini juga mendekati jumlah kunjungan wisman pada tahun 2019 sebelum pandemi, yaitu 1.819.644 orang.

- Negara asal wisman terbanyak yang mengunjungi Pulau Coron pada tahun 2023 adalah China dengan 326.796 kunjungan, diikuti oleh India dengan 26.796 kunjungan, Inggris dengan 17.403 kunjungan, Amerika Serikat dengan 14.691 kunjungan, dan Prancis dengan 14.678 kunjungan.

- Menurut data dari BPS Filipina, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) yang berasal dari Pulau Coron pada tahun 2023 mencapai 416.2215 perjalanan, menurun 44,3% dari tahun 2022 yang sebanyak 748.3957 perjalanan. Jumlah ini juga jauh lebih rendah dari tahun 2019 sebelum pandemi, yaitu 5.632.315 perjalanan.

- Berdasarkan ulasan wisatawan yang dikumpulkan dari berbagai sumber, beberapa tempat menarik yang bisa dikunjungi di Pulau Coron adalah:

    * Kayangan Lake, sebuah danau air tawar yang terletak di Pulau Coron (pulau ini berbeda dengan Pulau Busuanga tempat Coron Town berada). Di sini, wisatawan bisa menikmati pemandangan indah dari atas bukit karst yang mengelilingi danau atau berenang di air yang sangat jernih dan segar.

    * Twin Lagoon, dua laguna yang dipisahkan oleh tebing karst yang tinggi. Laguna ini juga terletak di Pulau Coron dan bisa dijangkau dengan perahu bangka dari Coron Town dalam waktu sekitar 15 menit. Di laguna kedua, wisatawan bisa merasakan perbedaan suhu antara air asin dan air tawar yang bercampur.

    * Mount Tapyas, sebuah bukit setinggi 210 meter yang terletak di Coron Town. Bukit ini adalah tempat terbaik untuk menikmati pemandangan kota dan teluk dari ketinggian. Di puncak bukit, ada sebuah salib raksasa dan tulisan "Coron" yang menjadi landmark khas pulau ini.

    * Bangkai Kapal Perang Dunia II, beberapa bangkai kapal Perang Dunia II yang tenggelam di sekitar teluk akibat serangan udara Amerika pada tahun 1944. Bangkai-bangkai kapal ini menjadi habitat bagi berbagai macam ikan dan terumbu karang, sehingga menjadi tempat yang ideal untuk menyelam dan snorkeling.

- Secara umum, wisatawan memberikan ulasan positif tentang Pulau Coron dan menganggapnya sebagai surga tersembunyi di Filipina. Mereka memuji keindahan alam, kebersihan lingkungan, keramahan penduduk, dan keanekaragaman budaya yang ada di pulau ini. Beberapa hal yang menjadi tantangan bagi wisatawan adalah akses transportasi yang kurang mudah, fasilitas akomodasi yang terbatas, dan biaya hidup yang cukup tinggi.

 

FAQ

Q: Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Pulau Coron?

Waktu terbaik untuk mengunjungi Pulau Coron adalah dari Desember hingga Mei, saat musim kemarau berlangsung. Cuaca akan cerah dan kering, sehingga cocok untuk melakukan aktivitas di luar ruangan. Selain itu, laut akan tenang dan jernih, sehingga memudahkan Anda untuk menyelam dan snorkeling.

 

Q: Apa saja yang harus saya bawa ke Pulau Coron?

Beberapa barang yang harus Anda bawa ke Pulau Coron adalah:

- Pakaian ringan dan nyaman

- Pakaian renang dan handuk

- Topi, kacamata hitam, dan tabir surya

- Sepatu atau sandal yang nyaman untuk berjalan

- Jaket atau sweater untuk malam hari

- Obat-obatan pribadi

- Kamera

 

Q: Bagaimana cara menuju Coron?

Coron dapat dicapai dengan pesawat dari Manila atau Cebu. Bandara terdekat adalah Bandara Busuanga, yang terletak di Busuanga, pulau terbesar di dekatnya. Dari Bandara Busuanga, Anda dapat naik taksi atau bus ke Coron Town, yang merupakan pusat wisata Coron.

 

Kesimpulan

- Pulau Coron adalah salah satu destinasi wisata terbaik di Filipina, terutama bagi para pecinta alam dan petualangan.

- Pulau ini menawarkan berbagai macam keindahan dan aktivitas yang bisa dinikmati, mulai dari pantai berpasir putih, laguna biru, danau air tawar, hingga bangkai kapal Perang Dunia II yang menjadi surga bagi para penyelam.

- Pulau Coron juga memiliki budaya dan sejarah yang kaya, yang bisa dipelajari dari penduduk asli pulau ini, yaitu suku Tagbanwa.

- Untuk menuju pulau ini, ada beberapa pilihan transportasi yang bisa digunakan, seperti pesawat terbang, kapal feri, atau perahu bangka.

- Waktu terbaik untuk mengunjungi pulau ini adalah dari Desember hingga Mei, saat musim kemarau berlangsung.

- Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Coron pada tahun 2023 meningkat 25,9% dari tahun 2022, sedangkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara menurun 44,3% dari tahun 2022.

- Secara umum, wisatawan memberikan ulasan positif tentang Pulau Coron dan menganggapnya sebagai surga tersembunyi di Filipina. Mereka memuji keindahan alam, kebersihan lingkungan, keramahan penduduk, dan keanekaragaman budaya yang ada di pulau ini. Beberapa hal yang menjadi tantangan bagi wisatawan adalah akses transportasi yang kurang mudah, fasilitas akomodasi yang terbatas, dan biaya hidup yang cukup tinggi.


My Profile:

Salam! Saya Riesty, seorang penulis konten kreatif dengan fokus pada bidang keahlian CEO (Content, Experience, Optimization). Saya memiliki passion yang mendalam dalam menghasilkan materi konten yang informatif, inspiratif, dan berkualitas tinggi. Dengan latar belakang dalam industri ini, saya memahami pentingnya menghubungkan pengalaman pengguna yang luar biasa dengan optimalisasi konten yang cerdas.

Sebagai seorang penulis, saya percaya bahwa setiap kata memiliki kekuatan untuk menginspirasi, mengedukasi, dan menghubungkan. Saya senang berkolaborasi dengan klien untuk menciptakan konten yang tidak hanya menggugah rasa ingin tahu, tetapi juga memiliki dampak positif bagi audiens. Keahlian saya dalam bidang CEO memungkinkan saya untuk merangkul pendekatan yang holistik dalam strategi konten, dengan menggabungkan pengalaman, keahlian, kewenangan, dan kepercayaan.