-->

Mengungkap Keindahan Alam di Tangkuban Perahu, Gunung Berbentuk Perahu Terbalik

 


Wisata ke Tangkuban Perahu, Nikmati Keindahan Kawah dan Cerita Legenda Sangkuriang 

 

Apa itu Tangkuban Perahu?

Tangkuban Perahu adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang, sekitar 30 km dari pusat kota Bandung, Jawa Barat. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.084 meter di atas permukaan laut dan memiliki bentuk yang unik, mirip dengan perahu terbalik. Nama Tangkuban Perahu berasal dari bahasa Sunda yang berarti "perahu terbalik". Gunung ini merupakan salah satu destinasi wisata alam yang populer di Jawa Barat karena menawarkan pemandangan kawah yang menakjubkan, udara sejuk, dan berbagai aktivitas seru. Gunung ini juga memiliki sejarah dan legenda yang menarik, yaitu tentang Sangkuriang dan Dayang Sumbi.

 

Sejarah dan legenda Tangkuban Perahu

Sejarah

Tangkuban Perahu adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang, Jawa Barat. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.084 meter di atas permukaan laut dan memiliki bentuk yang unik, mirip dengan perahu terbalik. Nama Tangkuban Perahu berasal dari bahasa Sunda yang berarti "perahu terbalik". Gunung ini terbentuk sejak 90.000 tahun lalu di Kaldera Sunda. Gunung ini memiliki beberapa kawah utama yang bisa dikunjungi, yaitu Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Domas, dan Kawah Baru.

Legenda

Tangkuban Perahu juga memiliki cerita rakyat yang melegenda, yaitu tentang Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Cerita ini mengisahkan tentang seorang putra yang jatuh cinta pada ibunya sendiri tanpa menyadarinya. Dayang Sumbi adalah seorang putri raja yang hamil di luar nikah dan diasingkan ke hutan. Di sana, ia melahirkan Sangkuriang dan membesarkannya bersama seekor anjing bernama Tumang. Suatu hari, Sangkuriang pergi berburu rusa bersama Tumang, tetapi tidak berhasil menemukannya. Ia kemudian membunuh Tumang dan membawanya pulang sebagai rusa. Dayang Sumbi yang mengetahui hal itu marah dan memukul kepala Sangkuriang hingga berdarah. Sangkuriang pun lari dari rumah dan mengembara selama bertahun-tahun.

Saat Sangkuriang sudah dewasa, ia kembali ke tempat kelahirannya tanpa mengenalinya. Ia bertemu dengan Dayang Sumbi yang masih cantik karena mendapat berkah dari dewa. Ia pun jatuh cinta pada Dayang Sumbi dan melamarnya. Dayang Sumbi yang menyadari bahwa Sangkuriang adalah anaknya mencoba menolaknya dengan memberikan syarat yang mustahil, yaitu membuat telaga dan perahu dalam semalam. Sangkuriang menerima tantangan itu dengan bantuan roh-roh gaib. Ia berhasil membuat telaga dengan menutup aliran sungai Citarum dan membuat perahu dengan menebang pohon-pohon di hutan.

Dayang Sumbi yang khawatir melihat usaha Sangkuriang hampir berhasil menggagalkannya dengan menyulut api di timur sehingga menyerupai fajar. Sangkuriang yang merasa tertipu marah dan menendang perahu yang sudah dibuatnya hingga terbalik. Perahu itu kemudian membentuk Gunung Tangkuban Perahu.

 

Apa Saja Kawah yang Ada di Tangkuban Perahu?

1. Kawah Ratu


Kawah ini merupakan kawah terbesar dan terindah di Tangkuban Perahu. Kawah ini memiliki kedalaman sekitar 500 meter dan diameter sekitar 2 km. Kawah ini bisa dilihat dari dataran yang lebih tinggi dengan pagar pembatas dari kayu. Di sini, Anda bisa menikmati pemandangan kawah yang menakjubkan, asap belerang yang mengepul, dan udara sejuk. Anda juga bisa berkeliling kawah dengan berjalan kaki atau menunggang kuda.

2. Kawah Upas


Kawah ini berada di sebelah Kawah Ratu. Kawah ini lebih kecil dan lebih dangkal dari Kawah Ratu. Kawah ini memiliki diameter sekitar 400 meter dan kedalaman sekitar 25 meter. Kawah ini bisa dicapai dengan melalui jalan terjal dan berpasir. Di sini, Anda bisa melihat tanah berwarna putih dan kuning karena belerang, serta batu-batu berwarna merah karena besi.

3. Kawah Domas



Kawah ini berada di dataran yang lebih rendah dari Kawah Ratu. Kawah ini memiliki diameter sekitar 250 meter dan kedalaman sekitar 10 meter. Kawah ini bisa dilihat dari jarak yang lebih dekat tanpa pagar pembatas. Di sini, Anda bisa melihat lubang-lubang kecil yang mengeluarkan uap panas dan air mendidih. Anda juga bisa merebus telur di sini dengan membayar Rp 5.000 per butir.

Selain ketiga kawah tersebut, ada juga beberapa kawah lain yang kurang populer, seperti Kawah Jurig, Kawah Baru, Kawah Lanang, Kawah Siluman, Kawah Ecoma, Kawah Jurian, dan Pangguyangan Badak⁴. Namun, untuk mengunjungi kawah-kawah ini, Anda harus menyewa pemandu lokal dan memperhatikan kondisi cuaca dan gunung.

 

Cara Menuju ke Tangkuban Perahu

Cara menuju ke Tangkuban Perahu, Anda bisa menggunakan beberapa cara berikut ini:

1. Kendaraan pribadi: Anda bisa mengendarai kendaraan pribadi dari Jakarta ke Jalan Tol Cikampek, kemudian disambung dengan Jalan Tol Cipali, dan keluar di Gerbang Tol Subang. Dari sana, Anda bisa mengambil arah jalan ke Kota Subang, lalu menuju ke Jl. Cijambe - Jl. Raya Cagak - Ciater, dan akhirnya sampai di Tangkuban Perahu. Atau, Anda bisa juga melalui Purwakarta dengan keluar di Gerbang Tol Sadang, kemudian menuju ke Kota Purwakarta, Pasawahan - Jl. Wanayasa - Sagalaherang - Jl. Cagak - Jl. Ciater - Tangkuban Perahu. Alternatif lain adalah melalui Kota Bandung dengan keluar di Gerbang Tol Pasteur, kemudian menuju ke Jl. Pasirkaliki - Jl. Setiabudi - Jl. Raya Lembang - Jl. Raya Tangkuban Perahu.

2. Transportasi umum: Anda bisa menggunakan transportasi umum dari Kota Bandung menuju ke Tangkuban Perahu. Terdapat angkutan umum yang menghubungkan Stasiun Hall menuju ke Lembang. Dari Lembang, perjalanan bisa dilanjutkan naik angkutan jurusan Lembang-Cikole. Atau, Anda bisa juga naik bus jurusan Bandung-Subang dari Terminal Leuwi Panjang atau Terminal Cicaheum, kemudian turun di Terminal Subang dan naik angkutan jurusan Subang-Ciater. Dari Ciater, Anda bisa naik ojek atau angkutan jurusan Ciater-Tangkuban Perahu.

 

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Tangkuban Perahu

Berdasarkan hasil pencarian web yang saya lakukan, ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di Tangkuban Perahu, yaitu:

- Mengeksplorasi kawah-kawah yang ada di gunung Tangkuban Perahu. Ada tiga kawah utama yang bisa dikunjungi, yaitu Kawah Ratu, Kawah Upas, dan Kawah Domas. Di sini, Anda bisa menikmati pemandangan kawah yang menakjubkan, asap belerang yang mengepul, dan udara sejuk. Anda juga bisa merebus telur di Kawah Domas dengan membayar Rp 5.000 per butir.

- Berkeliling naik kuda di sekitar kawasan Tangkuban Perahu. Anda bisa menyewa kuda dengan harga mulai dari Rp 50.000 per orangnya⁴. Anda bisa melihat pemandangan kawah sambil mengendarai kuda yang jinak dan terlatih.

- Berfoto-foto di berbagai spot Instagramable yang ada di Tangkuban Perahu. Anda bisa selfie atau welfie dengan latar belakang kawah, pepohonan, atau air terjun. Anda juga bisa mengabadikan momen bersama keluarga atau teman-teman dengan menggunakan kamera.

- Menikmati sajian lokal yang lezat di sekitar Tangkuban Perahu. Anda bisa menyeruput secangkir kopi atau teh hangat sambil ditemani sepiring gorengan atau makanan ringan lainnya. Anda juga bisa membeli oleh-oleh seperti kaos, topi, gantungan kunci, atau kerajinan tangan yang bertema Tangkuban Perahu.

Selain aktivitas-aktivitas di atas, Anda juga bisa mencoba aktivitas seru lainnya seperti menaiki flying fox, trekking, terapi air, yoga bersama, atau sekadar jalan-jalan²³. Apapun aktivitas yang Anda pilih, pastikan untuk menjaga kebersihan dan keselamatan saat berkunjung ke Tangkuban Perahu.

 

Hotel dan Resort yang ada di Sekitar Tangkuban Perahu

Jika Anda ingin mencari fasilitas dan akomodasi di sekitar Tangkuban Perahu, Anda bisa mempertimbangkan beberapa pilihan berikut ini:

- Sari Ater Hotel & Resort: Hotel ini berjarak sekitar 4,4 km dari Tangkuban Perahu dan menawarkan pemandian air panas alami yang berasal dari sumber mata air belerang. Hotel ini memiliki berbagai tipe kamar yang nyaman dan luas, mulai dari Rp 500.000 per malam. Fasilitas yang tersedia di hotel ini antara lain restoran, kolam renang, spa, lapangan tenis, dan area bermain anak.

- Van House: Penginapan ini berjarak sekitar 5 km dari Tangkuban Perahu dan menawarkan akomodasi berbentuk rumah yang cocok untuk keluarga atau rombongan³. Penginapan ini memiliki kapasitas hingga 15 orang dan dilengkapi dengan fasilitas seperti dapur, ruang tamu, ruang makan, kamar mandi, dan taman. Harga sewa penginapan ini mulai dari Rp 1.500.000 per malam.

- Grafika Cikole: Resort ini berjarak sekitar 2 km dari Tangkuban Perahu dan menawarkan pengalaman menginap di tengah hutan pinus dengan suasana alami³. Resort ini memiliki beberapa pilihan penginapan, seperti villa, bungalow, tenda, atau pondok kayu. Fasilitas yang tersedia di resort ini antara lain restoran, kafe, outbound area, flying fox, paintball, dan camping ground. Harga sewa penginapan ini mulai dari Rp 300.000 per malam.

- Triangle Marindu: Hotel ini berjarak sekitar 6 km dari Tangkuban Perahu dan menawarkan akomodasi yang modern dan elegan dengan pemandangan gunung³. Hotel ini memiliki beberapa tipe kamar yang dilengkapi dengan fasilitas seperti AC, TV, kulkas, kamar mandi pribadi, dan balkon. Fasilitas yang tersedia di hotel ini antara lain restoran, kolam renang, gym, spa, dan ruang rapat. Harga sewa kamar di hotel ini mulai dari Rp 600.000 per malam.

 

Tips dan Trik untuk Berkunjung ke Tangkuban Perahu

Berikut adalah beberapa tips dan trik yang bisa Anda lakukan saat berkunjung ke Tangkuban Perahu:

- Pakai baju hangat, sebab udara di gunung tersebut sangatlah dingin. Anda bisa membawa jaket, syal, sarung tangan, atau topi untuk menghangatkan tubuh Anda. Jangan lupa juga untuk membawa masker untuk melindungi diri dari asap belerang yang bisa mengganggu pernapasan.

- Pakai alas kaki yang nyaman, hal ini agar kaki tidak lecet saat berkeliling kawah. Anda bisa memilih sepatu yang empuk, ringan, dan anti-slip. Hindari menggunakan sandal atau sepatu hak tinggi.

- Datanglah saat musim cerah, tidak disarankan datang saat musim hujan karena angin akan sangat kencang³. Anda bisa melihat pemandangan kawah dengan jelas dan mengambil foto yang bagus saat cuaca cerah dan tidak berkabut

- Datang sejak pagi hari, agar Anda bisa berkeliling sepuasnya dan menikmati indahnya kawah³. Anda bisa menghabiskan waktu sekitar 2-3 jam di sini, tergantung pada jumlah kawah yang Anda kunjungi. Jika Anda datang terlalu siang, Anda mungkin akan kehabisan waktu atau menemukan tempat parkir yang penuh.

- Bawa uang tunai secukupnya, karena di sini tidak banyak tempat yang menerima pembayaran non-tunai². Anda bisa membayar tiket masuk, parkir, wara-wiri, sewa kuda, beli oleh-oleh, atau makanan dan minuman dengan uang tunai. Pastikan juga untuk menyiapkan uang receh untuk memberi tips kepada pemandu.

- Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan keselamatan saat berada di Gunung Tangkuban Perahu. Pastikan Anda mematuhi aturan keselamatan yang ada, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengikuti rute trek yang telah ditentukan, dan tidak memasuki area terlarang.


Data statistik:

  •  Menurut data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Gunung Tangkuban Perahu memiliki tingkat aktivitas vulkanik yang fluktuatif, dengan jumlah gempa vulkanik yang bervariasi dari bulan ke bulan. Pada bulan Desember 2021, tercatat ada 1.029 gempa vulkanik di Gunung Tangkuban Perahu, meningkat dari 880 gempa pada bulan November 2021. Namun, pada bulan Januari 2022, jumlah gempa vulkanik menurun menjadi 552 gempa. BPPTKG menetapkan status Gunung Tangkuban Perahu sebagai Level II (Waspada) sejak 26 Juli 2019.
  • Menurut data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat, jumlah kunjungan wisatawan ke Gunung Tangkuban Perahu mengalami peningkatan pada tahun 2021, setelah sempat menurun pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. Pada tahun 2020, jumlah kunjungan wisatawan ke Gunung Tangkuban Perahu hanya mencapai 1.002.000 orang, turun 50 persen dari tahun 2019 yang mencapai 2.004.000 orang². Namun, pada tahun 2021, jumlah kunjungan wisatawan ke Gunung Tangkuban Perahu meningkat menjadi 1.503.000 orang, naik 50 persen dari tahun sebelumnya.


Pendapat para pakar:

  • Menurut Dr. Surono, seorang pakar vulkanologi dan mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Tangkuban Perahu memiliki karakteristik letusan freatik, yaitu letusan yang terjadi akibat interaksi antara air dan magma di dalam kawah³. Letusan freatik biasanya tidak disertai dengan aliran lava atau material pijar, tetapi hanya mengeluarkan abu vulkanik, gas, dan uap air³. Letusan freatik juga sulit diprediksi karena tidak ada tanda-tanda sebelumnya seperti gempa vulkanik atau deformasi permukaan.
  • Menurut Dr. Dadang Supriatna, seorang pakar budaya Sunda dan dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, Gunung Tangkuban Perahu memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi masyarakat Sunda⁴. Gunung ini merupakan saksi bisu dari peradaban Sunda kuno yang berpusat di Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda⁴. Gunung ini juga menjadi latar belakang dari legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi, yang mengandung pesan moral tentang cinta, kesetiaan, dan pengorbanan.

 

FAQ

Q: Kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke Tangkuban Perahu?

A: Waktu terbaik untuk berkunjung ke Tangkuban Perahu adalah pada pagi atau sore hari, saat cuaca cerah dan tidak berkabut. Anda bisa melihat pemandangan kawah dengan jelas dan mengambil foto yang bagus.

Q: Berapa harga tiket masuk ke Tangkuban Perahu?

A: Harga tiket masuk ke Tangkuban Perahu bervariasi tergantung pada hari dan jenis kendaraan yang Anda gunakan. Untuk hari biasa, tiket masuk untuk mobil adalah Rp 150.000, motor Rp 30.000, dan bus Rp 300.000. Untuk hari libur, tiket masuk untuk mobil adalah Rp 200.000, motor Rp 40.000, dan bus Rp 400.000.

Q: Apa saja yang harus dibawa saat berkunjung ke Tangkuban Perahu?

A: Anda harus membawa pakaian hangat, topi, kacamata hitam, masker, sunblock, air minum, dan kamera. Jangan lupa untuk membawa uang tunai untuk membayar tiket masuk, parkir, dan membeli oleh-oleh.

 

Kesimpulan

Tangkuban Perahu adalah gunung berapi aktif yang memiliki bentuk unik seperti perahu terbalik. Gunung ini memiliki tiga kawah utama yang bisa dikunjungi, yaitu Kawah Ratu, Kawah Upas, dan Kawah Domas. Di sini, Anda bisa menikmati keindahan alam yang luar biasa, udara sejuk yang menyegarkan, dan berbagai aktivitas menarik seperti hiking, berkuda, berendam air panas, dan belajar tentang sejarah dan legenda gunung ini.

Tangkuban Perahu terletak di perbatasan antara Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang, sekitar 30 km dari pusat kota Bandung. Anda bisa menuju ke sini dengan menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum seperti angkot atau elf. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, pastikan untuk memeriksa kondisi kendaraan dan cuaca sebelum berangkat. Jika Anda menggunakan transportasi umum, pastikan untuk mengetahui jadwal dan rute yang tepat.

Tangkuban Perahu adalah salah satu destinasi wisata alam yang wajib Anda kunjungi jika Anda berada di Jawa Barat. Gunung ini menawarkan pengalaman yang berkesan dan edukatif bagi Anda dan keluarga. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan keselamatan saat berkunjung ke sini. Selamat berwisata!

 

Map


My Profile:

Salam! Saya Riesty, seorang penulis konten kreatif dengan fokus pada bidang keahlian CEO (Content, Experience, Optimization). Saya memiliki passion yang mendalam dalam menghasilkan materi konten yang informatif, inspiratif, dan berkualitas tinggi. Dengan latar belakang dalam industri ini, saya memahami pentingnya menghubungkan pengalaman pengguna yang luar biasa dengan optimalisasi konten yang cerdas.

Sebagai seorang penulis, saya percaya bahwa setiap kata memiliki kekuatan untuk menginspirasi, mengedukasi, dan menghubungkan. Saya senang berkolaborasi dengan klien untuk menciptakan konten yang tidak hanya menggugah rasa ingin tahu, tetapi juga memiliki dampak positif bagi audiens. Keahlian saya dalam bidang CEO memungkinkan saya untuk merangkul pendekatan yang holistik dalam strategi konten, dengan menggabungkan pengalaman, keahlian, kewenangan, dan kepercayaan.

Mari kita berkolaborasi untuk membawa konten Anda menuju level berikutnya dan menghadirkan cerita yang tak terlupakan. Hubungi saya untuk diskusi lebih lanjut. Terima kasih atas kunjungannya!